Pantai Bangsring di Banyuwangi

Pantai merupakan ciri khas kota Banyuwangi Lokasinya yang berada di pesisir pulau Jawa menjadikan kota ini dipenuhi oleh berbagai pantai dengan karakter yang khas. Banyuwangi terletak di lokasi paling timur Pulau Jawa. Wilayahnya yang luas menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu kota dengan garis pantai panjang. Alhasil, daerha Banyuwangi pun sering dikata sebagai destinasi baru setelah Bali.

Salah satunya yang sedang disorot, yaitu Pantai Bangsring. Pantai ini memiliki keindahan laut yang luar biasa. Bahkan, ada yang mengatakan jikalau keindahannya setara dengan taman bawah laut Raja Ampat. Susunan terumbu karang ditambah dengan ekosistem yang masih terjaga menjadikan lokasi ini sebagai salah satu lokasi favorit pada penyelam.

Apabila anda menyukai Snorkeling, Pantai Bangsring-Banyuwangi pun siap menyediakan keindahan nan menawan. Dikenal sebagai Bunder atau Bangsring Underwater, lokasi ini memiliki sususan terumbu karang yang super indah. Di dalamnya terdapat terumbu karang asli atau bahkan yang baru ditanam seluas 15 hektar. Selain itu, anda pun bisa menikmati pemandangan soft coral maupun hard coral yang dikelilingi oleh berbagai ikan hias.

Sejarah Bangsring Underwater

Pantai Bangsring di Banyuwangi

Dulunya, pasti ini sama seperti pantai pada umumnya. Dipenuhi dengan jaring dan tak jarang nelayan pun menggunakan bom laut hanya untuk mendapat beberapa ikan. Berada di kawasan Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Sadar akan kerusakan alam yang semakin parah, semangat untuk mengembalikan kelestarian alam pun muncul.

Tempat yang dulunya tak indah sama sekali ini, akhirnya disulap menjadi area konservasi terumbu karang oleh kelompok nelayan tradisional setempat. Menamakan diri sebagai Bangsring Samudra Bakti, sekumpulan nelayan ikan hias yang dulu tak segan menggunakan potas dan bom.

Seiring berjalannya waktu, semuanya telah berubah. Sosok yang berperan penting guna mengembangkan Bangsring Underwater adalah Ikhwan Arief. Dirinya secara pribadi ingin menangkap ikan dengan cara ramah lingkungan serta memperbaiki terumbu karang yang rusak. Awalnya memang banyak pertentangan. Namun, kegigihannya pun akhirnya mampu menular kepada nelayan lainnya.

Bangsring Underwater dan Pemerintah

Pantai Bangsring di Banyuwangi

Awalnya, campur tangan pemerintah memang sangat minim. Namun, hal itu memang tidak begitu diharapkan oleh Ikhwan Arief dan kawan-kawannya. Dimulai sejak tahun 2008, usaha konservasi terumbu karang berbuah hasil. Tepat di tahun 2014, mereka mendapat bantuan dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan. Berupa rumah apung, perahu mesin dan baju pelampung.

Bahkan, yang lebih menyenangkan lagi, kelompok ini pun mendirikan marine education untuk pelajar, mahasiswa atau wisatawan. Di dalamnya ada pelajaran atau penjelasan lengkap mengenai fungsi terumbu karang. Intinya, dengan media ini, semua kalangan berusaha dirangkul bersama guna menjaga kelestarian laut secara langsung.

Hingga saat ini, Bangsring Underwater pun menjadi salah stau destinasi wisata yang paling diminati di Banyuwangi. Sejumlah nelayan sebanyak 70 orang yang dulunya mencari ikan dengan potas dan bom, saat ini sudah beralih mata pencaharian sebagai pemandu wisata setempat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *