Tips Mendaki Saat Puasa

Mendaki gunung saat puasa bisa jadi merupakan sesuatu yang tak pernah ingin anda lakukan. Namun, apa daya. Ketika anda menginginkan pengalaman yang tak biasa dan lebih mengesankan, maka hal ini merupakan pilihan yang tepat. Banyak pendaki yang sengaja mengurungkan niatnya khusus di bulan puasa. Padahal, apabila anda melakukannya secara tepat dan benar, maka ini akan menjadi pengalaman yang mengesankan.

Yang namanya hobi itu memang tak bisa diterpiskan begitu saja. Ketika keinginan sudah ada di benak anda, maka seakan-akan dunia harus mengamininya. Ketika semuanya bisa anda kondisikan sedemikian rupa, maka itu semua akan berjalan baik-baik saja. Bisa dikatakan, semuanya akan berjalan lancar tanpa halangan. Lalu, bagaimanakah tips melakukan pendakian di saat bulan puasa?

Pilih Jalur Ringan

Tips Mendaki Saat Puasa

Gunung apapun yang anda targetkan, pastikan jikalau jalur mendakinya ringan dan tidak banyak mengeluarkan tenaga. Mengingat, puasa merupakan kondisi dimana anda tidak mendapat asupan makanan bertenaga selama 14 jam. Alhasil, tenaga anda pun akan berada pada level terendah bila anda memaksakan diri mendaki gunung dengan kondisi yang cukup ektrem.

Sudah bisa dipastikan, ketika anda berpuasa, maka kekuatan tubuh anda akan semakin menurun. Jangan sesekali memaksakan diri untuk mendaki gunung dengan jalur yang super ketrem dan menguras tenaga anda. Misalnya, seperti gunung Slamet, Sindoro hingga Rinjani. Ada baiknya, anda pilih gunung dengan jalur yang ringan. Misalnya, gunung Andong, gunung Prau, Ungaran dan sejenisnya.

Mendaki Saat Malam Hari

Tips Mendaki Saat Puasa

Nah, kalau yang ini pasti membuat puasa anda nyaman dan tak terancam. Apabila anda merasa tak kuat mendaki di siang hari, maka memilih malam hari sebagai saat untuk mendaki itu merupakan sesuatu yang cukup menyenangkan. Anda tak perlu takut haus atau bahkan lapar. Anda pun bisa membawa bekal apabila takut kehausan atau bahkan lapar. Sayangnya, mendaki gunung di malam hari ternyata tak mudah pula.

Terik matahari memang tak anda rasakan. Suhu panas dan membuat tenggorokan kering pun mungkin tak anda alami, namun terbatasnya pandangan visual bisa jadi merupaakn penghalang utama yang ada di hadapan anda. Oleh sebab itu, ada baiknya ketika anda memilih melakukan pendakian di malam hari, maka ada baiknya anda mempersiapkan berbagai hal terkait alat penerangan ini.

Gunakan Penutup Kepala

Tips Mendaki Saat Puasa

Meski tak memiliki pengaruh yang kentara, namun ini bisa menjadi salah satu solusi bagi tubuh anda agar tak terkena paparan sinar matahari langsung. Penutup kepala seperti topi atau buff merupakan salah satu jenis ornamen yang bisa anda gunakan sebagai alat untuk melindungi kepala dari panasnya sinar matahari.

Meski tak berpengaruh besar, namun paling tidak ini akan sedikit mengurangi rasa panas di kulit kepala akibat paparan sinar matahari yang menyengat. Selain itu, anda pun bisa sedikit bernafas lega. Karena perlengkapan penutup kepala ini ternyata memiliki manfaat guna mencegah anda mengalami resiko dehidrasi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *