Upacara Kasada

Wisata Gunung Brobromo41mo yang terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan berada di Provinsi Jawa Timur memmiliki kekentalan adat yang dalam. Suku asli suku yang berada di kawasan Taman Nasional ini merupakan suku tengger. Gunung Bromo mempunyai sejarah pula dalam adat istiadat suku tengger. Hari raya yang biasa dilakukan oleh suku ini yaitu Hari Raya Yadya Kasada. Pada tiap bulan Kasada yang ke-14 dalam penanggalan jawa akan dilakukan upacara mempersembahkan sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur suku tengger yang beragama hindhu. Budaya leluhur ini sudah dijalankan oleh suku tengger sejak dahulu kala. Mereka biasa menyebutnya dengan Kasodoan atau upacara kasodo. Bagi masyarakat suku tengger upacara kasodo ini merupakan suatu ungkapan syukur mereka kepada sang pencipta dengan membawa banyak hasil bumi untuk dipersembahkan. Tujuan daripada upacara ini yaitu meminta berkah, dijauhkan dari malapetaka dan bencana dan mengucap syukur untuk berkat yang diberikan.

Upacara ini dilaksanakan pada tanggal 14-16 pada bulan kasada atau juga biasa melihat bulan utuh tampak dilangit pada setiap tahun sekali. Biasanya pada bulan desember atau januari disetiap tahunnya. Tata Cara dari upacara ini pun cukup unik dan mengikut sertakan Gunung Bromo sebagai perantaranya. Orang-orang akan membawa hasil alam, ternak peliharaan ataupun ayam. Sesajen ini akan dibawah ke kawah gunung brom0 tempat dilangsungkan upacara tersebut. Dan sesampainya mereka di kawah bromo, semua sesajen tersebut akan dilemparkan ke kawah gunung bromo. Banyak juga para wisatawan yang datang untuk menyaksikan pelemparan sesajen ini. Karena terdapat pula orang orang yang turun ke tebing kawah untuk menerima hasil lemparan tadi. Kebiasaan ini sudah biasa dilakukan oleh masyarakat suku tengger, tetapi sangat berbahaya bila terpeleset dan jatuh kedalam kawah.

Pada saat akan melakukan upacar kasada terlebih dahulu melalui tahap upacara lainnya dimulai dari Puja purkawa, Manggala upacara, Ngulat umat, Tri sandiya, Muspa, Pembagian bija, Diksa widhi, lalu sampai ke acara penyerahan sesajen di kawah bromo. Upacara ada ini biasa dilakukan pada saat tengah malam. Kegiatan ini merupakan upacara adat satu satunya didunia dan merupakan aset budaya suku tengger yang masih dipegang sampai sekarang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *